Uncategorized

Gita Savitri Devi Sejarah Pemikiran dan Kontroversi

Gita Savitri Devi, nama yang mungkin tidak terlalu dikenal oleh sebagian besar orang, adalah seorang tokoh yang kontroversial dan berpengaruh dalam sejarah pemikiran politik, rasial, dan keagamaan. Lahir sebagai Maximiani Portas pada 30 September 1905 di Lyon, Prancis, ia adalah seorang intelektual yang menggabungkan pandangan radikal tentang ras, agama, dan ekologi dalam karyanya. Dengan pandangannya yang unik dan eksentrik, ia menjadi salah satu figur paling menarik dalam sejarah gerakan ekstrem kanan dan ekstrem kiri.

Latar Belakang dan Perjalanan Hidup Gita Savitri Devi

Gita Savitri Devi lahir dalam keluarga Prancis yang tidak terlalu terkait dengan politik atau ideologi ekstrem. Ia tumbuh sebagai seorang anak yang cerdas dan belajar bahasa asing dengan cepat. Namun, perjalanannya menuju pandangan radikal dimulai ketika ia mulai berkelana ke berbagai negara pada usia muda.

Salah satu perubahan besar dalam hidupnya terjadi ketika ia pindah ke Inggris pada tahun 1932 dan bertemu dengan seorang pria Yunani bernama Nikos Kokolakis, yang kemudian menjadi suaminya. Kokolakis memperkenalkannya pada pemikiran-pemikiran rasial yang ekstrem, yang memengaruhi pandangan Devi dalam waktu yang lama. Ia mulai memahami dunia melalui lensa rasial dan mulai tertarik pada pandangan Nazi yang radikal.

Selanjutnya, Devi melakukan perjalanan yang panjang dan bervariasi ke berbagai negara seperti India, Jerman, Yunani, dan Amerika Serikat. Setiap tempat yang ia kunjungi memengaruhi pemikiran dan pandangannya. Di India, ia tertarik pada budaya Hindu dan menjadi seorang penganut Hindu yang taat. Di Jerman, ia terlibat dalam aktivitas Nazi yang kontroversial dan menikahi seorang mantan perwira SS Jerman bernama Dr. Franz N. Six. Di Amerika Serikat, ia berkolaborasi dengan berbagai kelompok ekstremis.

Pandangan dan Karya-Karya Utama Gita Savitri Devi

Salah satu karya utama Gita Savitri Devi adalah buku berjudul “The Lightning and the Sun” (Petir dan Matahari), yang diterbitkan pada tahun 1958. Buku ini menjadi salah satu karya terpenting dalam pemikirannya dan mencerminkan pandangan radikalnya tentang ras, agama, dan ekologi.

Dalam buku ini, Devi menggambarkan Adolf Hitler sebagai figur yang dipilih oleh alam untuk memimpin manusia Arya menuju kejayaan. Ia memandang Hitler sebagai avatar modern yang bertugas untuk memurnikan dan memperkuat ras Aryan. Pandangannya tentang Hitler sebagai “Petir” yang membawa kehancuran dan “Matahari” yang membawa cahaya adalah inti dari buku tersebut. Ia juga menyatakan bahwa Kekuatan Surya adalah sumber kebijaksanaan dan kekuatan, yang harus dipuja oleh manusia Arya.

Namun, pandangan Devi tentang Hitler dan Nazi telah membuatnya menjadi tokoh yang sangat kontroversial. Ia memuja Hitler sebagai seorang nabi, dan buku “The Lightning and the Sun” menjadi salah satu manifesto pemujaan terhadap Hitler yang paling ekstrem. Pandangan ini sangat tidak populer di banyak negara, terutama di negara-negara yang mengalami dampak negatif dari kebijakan Nazi selama Perang Dunia II.

Selain itu, Devi juga aktif dalam gerakan hak-hak binatang dan perlindungan lingkungan. Ia mengaitkan pandangannya tentang perlindungan lingkungan dengan pandangannya tentang kemurnian ras Aryan, dan ia menyebut dirinya sebagai seorang “ekofasis” yang mempercayai bahwa manusia Arya harus menjaga keindahan alam. Pandangannya tentang ekologi radikal adalah salah satu contoh unik dari bagaimana ia mencampuradukkan elemen-elemen yang tidak biasa dalam pemikirannya.

Baca Juga : Cynthiara Alona Potret Karier Kehidupan Pribadi Seorang Aktris

Kontroversi dan Kritik

Pandangan dan aktivitas Gita Savitri Devi telah mendapatkan banyak kritik dan kontroversi selama hidupnya dan setelah kematiannya. Beberapa kritikus menganggapnya sebagai seorang fanatik yang mempromosikan ideologi yang berbahaya dan rasis. Pandangan ekstremnya tentang ras dan pemujaannya terhadap Hitler telah membuatnya dianggap sebagai seorang ekstremis kanan yang sangat kontroversial.

Di sisi lain, ada yang memandangnya sebagai seorang revolusioner spiritual yang berusaha untuk menggabungkan ajaran-ajaran keagamaan dan ekologi dalam upaya untuk menyelamatkan manusia dan alam semesta. Pandangannya tentang kebijaksanaan alam dan perlindungan lingkungan telah menarik sejumlah orang yang tertarik pada pemikiran ekologi radikal.

Kontroversi juga muncul karena hubungannya dengan berbagai kelompok ekstremis. Ia terlibat dalam aktivitas Nazi di Jerman pada tahun 1940-an dan memiliki hubungan dengan berbagai tokoh ekstremis seperti Francis Parker Yockey. Pernikahannya dengan seorang mantan perwira SS Jerman juga menambahkan elemen kontroversi dalam hidupnya.

Warisan dan Pengaruh

Meskipun pandangan Gita Savitri Devi telah mendapatkan banyak kritik dan kontroversi, ia tetap menjadi figur yang menarik dalam sejarah pemikiran ekstrem dan radikal. Pengaruhnya dalam gerakan ekstrem kanan dan ekstrem kiri masih dapat dirasakan hingga hari ini. Beberapa kelompok dan individu masih mengadopsi beberapa aspek dari pemikiran Devi, terutama dalam konteks pemujaan terhadap alam dan ras Aryan.

Kesimpulan

Namun penting untuk diingat bahwa pandangan Devi tentang ras, agama, dan ekologi sangat. Kontroversial dan sering kali dianggap sebagai ideologi yang berbahaya. Pemujaannya terhadap Hitler dan Nazi juga sangat tidak populer di banyak negara. Oleh karena itu pemikiran dan warisan Gita Savitri Devi harus dipahami dalam konteks sejarah yang lebih luas dan sebagai bagian. Dari sejarah pemikiran radikal yang mencerminkan kekacauan zaman yang pernah dialami oleh dunia.

One thought on “Gita Savitri Devi Sejarah Pemikiran dan Kontroversi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *